terimakasih kepada

FKIP UNLAM BANJARMASIN DAN SEGENAP TEMAN TEMAN MAHASISWA KIMIA

Sabtu, 05 November 2011

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS "analisis Gravimetri"

PERCOBAAN I
ANALISIS GRAVIMETRI
Tujuan                  : 1.Mengendapkan barium klorida dan menentukan persentase hasil dari barium klorida.
                                 2.Menentukan persentase barium klorida dalam suatu campuran.
                                 3.Mendalami dan menggunakan hokum stoikiometri dalam reaksi kimia.
                                 4.Mengembangkan keterampilan menyaring dan memindahkan endapan.
Tempat                  :  Laboratorium Kimia FKIP UNLAM Banjarmasin
 

I. DASAR TEORI
            Suatu zat akan mengendap apabila hasil kali kelarutan ion-ionnya lebih besar daripada harga Ksp. Pada percobaan ini, larutan barium klorida diendapkan dengan larutan barium kromat.
            BaCl2 (aq)  +  K2CrO4 (s)                    BaCrO4 (s)  +  2KCl (aq)
            Endapan barium kromat disaring, hasil teoritis bariun kromat dihitung dari endapan yang terbentuk. Semua barium klorida dianggap berubah menjadi hasil. Hasil teoritis ditentukan dari stoikiometri reaksi.
            Analisis gravimetri merupakan salah satu cabang utama kimia analisis pemeriksaan jumlah zat dengan cara menimbang hasil reaksi. Gravimetri disebut juga dengan pengendapan.
            Pada dasarnya, pemisahan zat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Mula-mula cuplikan zat dilakukan dalam pelarut yang sesuai, lalu ditambahkan zat pengendap. Endapan yang terbentuk disaring, dicuci, dikeringkan dan setelah dingin ditimbang kemudian jumlah zat yang ditentukan dihitung dari faktor stoikiometrinya. Hasilnya disajikan sebagai persentase bobot zat didalam cuplikan semula. Berbagai syarat harus dipenuhi agar penentuan terhitung dapat dilakukan dengan memuaskan, antara lain :
  1. Zat yang ditentukan harus dapat diendapkan secara terhitung (sekurang-kurangnya 99,9 % kesempurnaan pengendapannya).
  2. Endapan yang terbentuk harus cukup murni dan dapat diperoleh dalam bentuk yang cocok untuk pengolahan selanjutnya.
Suatu metode gravimetri untuk analisis biasanya didasarkan pada suatu reaksi kimia seperti :
            aA  +  rR                  AaRr
Dimana a molekul analit A yang bereaksi dengan r molekul R. Produknya AaRr biasanya berupa zat yang sangat sedikit dapat larut, yang dapat ditimbang dalam keadaan demikia setelah pengeringan atau yang dapat dipanggang menjadi senyawa lain yang susunannya diketahui kemudian ditimbang.
            Dalam prosedur gravimetri yang lazim, suatu endapan ditimbang dan dari nilai ini bobot analit dalam sampel dihitung, maka persentase analit A adalah :

%A=Bobot A / Bobot sampel x 100%

                                                                                          
            Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah kimia yang paling tua dan paling sederhana dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Tahap pengukuran dalam metode gravimetri adalah penimbangan. Analitnya secara fisis dipisahkan dari semua komponen lain dari sampel itu maupun dari pelarutnya.
            Mesipun gravimetri merupakan cara pemeriksaan kimia terhitung yang paling tua dan paling jelas urutan kerjanya, namun pemakaiannya terbatas karena pengerjaannya memakan waktu lama.

II. ALAT DAN BAHAN
-          Alat-alat yang digunakan adalah :
1.      Gelas kimia
2.      Kertas saring
3.      Neraca analitik
4.      Hot plate
5.      Pengaduk
6.      Kaca arloji
7.      Corong kaca
8.      Gelas ukur
9.      Cawan penguap
10.  Spatula
11.  Penjepit
12.  Botol pencuci

-          Bahan-bahan yang digunakan adalah :
1.      BaCl2 padat
2.      K2CrO4 0,2 M
3.      Aquadest

III. PROSEDUR KERJA
  1. Menimbang kira-kira 1 gram (0,8 – 1,2) gram BaCl2 dan memasukkan kedalam gelas piala 250 mL.
  2. Menambahkan 25 ml air suling, mengaduk sampai larutan homogen, setelah itu memasukkan lagi K2CrO4 0,2 M sebanyak 25 mL, mengaduk dan mengamati endapan yang terbentuk. Menguji larutan dengan beberapa tetes larutan K2CrO4.
  3. Jika endapan dari BaCrO4 masih terbentuk, menambahkan terus K2CrO4 sampai endapan BaCrO4 tidak terbentuk lagi.
  4. Memanaskan sampai mendidih, mengalihkan dari api dan menyaring dengan kertas saring whatman yang bobotnya telah diketahui.
  5. Mengambil kertas saring beserta endapannya, mengeringkan, menimbang dan mencatat bobotnya.
  6. Menghitung hasil teoritis endapan BaCrO4 dan menentukan persen hasil.  



IV. HASIL PENGAMATAN
No.
Percobaan
Hasil Pengamatan
1.

2.
3.
4.
5.
6.


7.

8.

9.
Volume aquadest yang diperlukan
Berat BaCl2
Berat kertas saring
Aquadest + BaCl2 (diaduk)
K2CrO4
Aquadest + BaCl2 + K2CrO4


Penambahan 5 tetes pertama K2CrO4 kedalam larutan
Berat kertas saring + endapan ( setelah pengeringan)
Berat nyata endapan BaCrO4


- 25 mL

- 1,0465 gram
- 0,3058 gram
- Larutan homogen
- 25 ml, 0,2 M
- Warna kuning, keruh, setelah diddiamkan membentuk endapan.
- Endapan masih terbentuk

- 1,4403 gram

- (1,4403 – 0,3058) gram = 1,1345 gram


V. ANALISIS DATA
            Pada percobaan yang telah dilakukan, pencampuran BaCl2 dengan sejumlah air dihasilkan larutan homogen berupa larutan BaCl2. Penambahan 25 mL K2CrO4 0,2 M menghasilkan endapan BaCrO4. Persamaan reaksinya sebagai berikut :
            BaCl2 . 2 H2O  +  K2CrO4                     BaCrO4  +  2KCl  +   2 H2O

            Terbentuknya endapan tersebut dikarenakan hasil kali konsentrasi ion-ion BaCrO4 lebih besar daripada harga Ksp-nya.
            Unutk apakah endapan telah terbentuk sempurna maka ditambahkan beberapa tetes larutan K2CrO4. Dengan penambahan K2CrO4. maka konsentrasi BaCrO4 semakin kecil sehingga harga kelarutan makin besar daripada harga Ksp, akibatnya terjadi endapan tambahan. Persamaan ion bersih dari BaCrO4 yaitu :
                        BaCrO4                     Ba2+  +  CrO42-

            Penambahan ion CrO42- yang terdapat pada K2CrO4 akan bergeser kearah zat pengendap (kiri). Sehingga kelarutan BaCrO4 semakin kecil dan harga Ksp BaCrO4 menjadi lebih kecil kecil pula.. Hasil kali kelarutan ion-ion yang lebih besar dari Ksp menyebabkan zat sukar larut dan endapan yang terbentuk semakin besar.
            Agar didapat hasil endapan yang mudah disaring dengan partikel yang relatif  kasar larutan dipanaskan sebelum penyaringan.
            Pada hasil pengamatan dan perhitungan, berat BaCrO4 sebesar 1,1345 gram dan berat teoritis sebesar 1,088 gram. Hasil teoritis diperoleh dengan menghitung dan menggunakan hokum stoikiometri sehingga persentasi endapan yang diperoleh adalah 104,27%. Menurut teori endapan, persentasi hasil seharusnya kuran atau sama dengan 100% (tidak boleh lebih dari 100%).
            Dari persentasi 104,27% menunjukkan telah terjadi kesalahan dalam praktikum, hal ini terjadi karena kekurangtelitian praktikan dalam pengamatan dan perhitungan. Kurang keringnya endapan waktu pengeringan maupun penggunaan kertas saring juga berpengaruh terhadap hasil yang didapat.









VI. KESIMPULAN
1.Analisis melalui pengendapan (analisis gravimetric) adalah merupakan salah satu metode pemeriksaan jumlah zat dengan cara menimbang hasil reaksi pengendapan.
2.Dari percobaan yang telah dilakukan, endapan yang dihasilkan belum sempurna.
3. Persentasi hasil suatu endapan dapat diperoleh dengan rumus :

                  Persen hasil =  x 100%

VII. DAFTAR PUSTAKA
            Jasifi.1989.Kimia Dasar.Jakarta:Erlangga
            Rivai,Harizul.1994.Asas Pemeriksaan Kimia.Padang:UIP
             Tim Dosen. 2005.Petunjuk Praktikum Praktikum Kimia Analisis.Banjarmasin:FKIP UNLAM
            Underwood,AL.2000.Analisis Kimia Kualitatif.Jakarta:Erlangga









LAMPIRAN
- PERHITUNGAN
- Diketahui :
            Massa BaCl2 . 2H2O   = 1,0465 gram
            Massa kertas saring     = 0,3058 gram
            Mr BaCl2 . 2H2O         = 243
Mr BaCrO4                  = 253
Massa BaCrO4 (endapan + kertas saring)          = 1,4403 gram
- Ditanya : Hasil teoritis BaCrO4 dan persen hasil………?
- Penyelesaian :
            Berat nyata BaCrO4    =  endapan – berat kertas saring
                                                = (1,4403 – 0,3058) gram
                                                = 1,1345 gram
            Mol BaCl2 . 2H2O       =
                                                =
                                                = 0,0043 mol
            mol BaCl2 . 2H2  mol BaCrO4
            Berat teoritis BaCrO4  = mol BaCrO4 x Mr BaCrO4
                                                = 0,0043 mol x 253
                                                = 1,088 gram
            % Hasil BaCrO4          =  x 100%
                                                =
                                                = 104,27%

























JAWABAN PERTANYAAN
  1. Faktor yang harus dikontrol pada praktek agar menghasilkan endapan yang mudah disaring dengan partikel yang relatif kasar yaitu :
a.       Suhu
Untuk mendapatkan partikel kasar agar mudah disaring, larutan dipanaskan terlebih dahulu. Pada wakty menyaring larutan harus masih panas, karena apabila dalam keadaan dingin akan banyak endapan yang terbuang.
b.      Laju pengendapan
Penambahan zat pengendap secara perlahan-lahan akan mempertahankan harga (Q – S) rendah, sehingga tercapai kelewatjenuhan nisbi yang rendah.
c.       Kelewatjenuhan nisbi (R) dan kelarutan molar endapan (s).
d.      Konsentrasi

  1. Diketahui :
Volume BaCl2             = 100 ml = 0,1 L
Molaritas BaCl2           = 0,01 M
Mr K2CrO4                  = 194
Diketahui :
Berat K2CrO4 yang diperlukan agar terbentuk endapan BaCrO4…….?
Penyelesaian :
M  =                    n = M x V
Mol BaCl2               = M x V
                                = 0,01  x 0,1 L
                                = 1 x 10-3 mol
Persamaan reaksi :
BaCl2 (aq)  +  K2CrO4 (s)                   BaCrO4 (s)  +  2KCl (aq)
mol BaCl2                = mol K2CrO4
Berat K2CrO4          = mol K2CrO4 x  Mr K2CrO4
                                = 1 x 10-3 mol x 194
                                = 0,194 gram

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar